Jumat, 11 Februari 2011

Metode Pembelajaran Diskusi, Simulasi dan Pemberian Tugas

1.  Metode Diskusi  
a.  Pengertian
Sanjaya  (2006), dan Sumantri dan Permana  (1998/1999) menyatakan bahwa
metode diskusi diartikan sebagai siasat untuk menyampaikan bahan pelajaran
yang  melibatkan  siswa  secara  aktif  untuk  membicarakan  dan  menemukan
alternatif   pemecahan  suatu  topik bahasan yang bersifat problematis. Dalam
percakapan  itu  para  pembicara  tidak  boleh  menyimpang  dari  pokok
pembicaraan  yaitu  masalah  yang  ingin  dicarikan  alternatif  pemecahannya.
Dalam diskusi  ini guru berperan  sebagai pemimpin diskusi,  atau guru dapat
mendelegasikan  tugas  sebagai  pemimpin  itu  kepada  siswa,  walaupun
demikian  guru masih  harus mengawasi  pelaksanaan  diskusi  yang  dipimpin
oleh  siswa  itu.  Pendelegasian  itu  terjadi  kalau  siswa  dalam  kelas  dibagi
menjadi beberapa kelompok diskusi. Pemimpin Diskusi harus mengorganisir
kelompok yang dipimpinnya agar setiap anggota diskusi dapat berpartisipasi
secara aktif.
b.  Tujuan  
1)  Memecahkan materi pembelajaran yang berupa masalah atau problematik
yang sukar dilakukan oleh siswa secara perorangan.
2)  Mengembangkan keberanian siswa mengemukakan pendapat.
3)  Mengembangkan sikap toleran terhadap pendapat yang berbeda.
4)  Melatih  siswa  mengembangkan  sikap  demokratis,  keterampilan
berkomunikasi, mengeluarkan pendapat, menafsirkan dan menyimpulkan
pendapat.
5)  Melatih dan membentuk kestabilan sosial-emosional.
c.  Alasan Penggunaan Metode Diskusi
Mengapa  guru  memilih  menggunakan  metode  diskusi  ?  Sumantri  dan
Permana (1998/1999) mengemukakan alasan dipilihnya metode diskusi :
1)  Topik bahasan bersifat problematis.
2)  Merangsang  peserta  didik  untuk  terlibat  secara  aktif  dalam  perdebatan
ilmiah.
3)  Melatih peserta didik untuk berpikir kritis dan terbuka.
4)  Mengembangkan  suasana  demokratis  dan melatih  peserta  didik  berjiwa
besar.
5)  Peserta  didik memiliki  pAndangan  yang  berbeda-beda  tentang masalah
yang dijadikan topik diskusi. 6)  Peserta  didik  memiliki  pengetahuan  dan  pendapat-pendapat  tentang
masalah yang akan didiskusikan.
7)  Masalah  yang  didiskusikan  akan  berhubungan  dengan  persoalan-
persoalan yang lain pula.
d.  Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi  
1)  Kelebihan Metode Diskusi
Apa  saja  keunggulan  Metode  Diskusi?  Beberapa  keunggulan  metode
diskusi untuk pembelajaran adalah:
a)  Siswa dapat menguasai materi pelajaran secara bersama-sama.
b)  Merangsang  siswa  untuk  lebih  kreatif menyumbangkan  gagasan  dan
ide-ide.
c)  Melatih  siswa  membiasakan  diri  bertukar  pikiran  dalam  mengatasi
setiap permasalahan.
d)  Melatih  siswa  mengemukakan  pendapat  dan  menghargai  pendapat
orang lain.
e)  Menyajikan materi yang tidak bisa disajikan oleh metode lain.  
2)  Kelemahan Metode Diskusi
Sebaliknya,  apa  saja  kelemahan Metode Diskusi  ? Beberapa  kelemahan
metode diskusi untuk pembelajaran di sekolah adalah :
a)  Sering  diskusi  dikuasai  oleh  dua  atau  tiga  orang  siswa  yang  pandai
bicara.
b)  Pembahasan  dalam  diskusi  cenderung  meluas,  sehingga  hasilnya
kabur.
c)  Diskusi  memerlukan  waktu  yang  cukup  panjang,  sehingga  tidak
sesuai dengan jadwal pelajaran yang ada.
d)  Dalam  diskusi  sering  terjadi  perbedaan  pendapat  yang  bersifat
emosional  sehingga menimbulkan  ketersinggungan  antar  siswa  yang
menyebabkan terganggunya iklim pembelajaran.
e)  Kadang-kadang guru tidak menguasai cara menyelenggarakan diskusi
sehingga diskusi cenderung menjadi tanya jawab.
e.  Cara Mengatasi Kelemahan Diskusi  
Apa  yang  harus  dilakukan    untuk  mengatasi  kelemahan  diskusi?  Ada
beberapa cara untuk mengatasi kelemahan metode diskusi antara lain:
1)  Masalah yang didiskusikan harus cukup sulit dan menarik perhatian siswa
karena berkaitan dengan kehidupan mereka. 2)  Guru  harus  menempatkan  dirinya  sebagai  pemimpin  diskusi.  Ia  harus
membagi-bagi  pertanyaan  dan  memberi  petunjuk  tentang  jalannya
diskusi.
3)  Tempat duduk harus diatur melingkar  atau berbentuk  tapal kuda  supaya
peserta diskusi dapat saling berhadapan sehingga terjadi komunikasi yang
lancar.
4)  Setiap  siswa  peserta  diskusi  harus  memahami  masalah  yang  harus
didiskusikan,  untuk  itu  guru  sebagai  pemimpin  diskusi  harus  terlebih
dahulu menjelaskan masalah yang akan didiskusikan dan garis besar arah
dan tujuan yang ingin dicapai.
f.  Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Diskusi  
Apa  saja  langkah-langkah  pelaksanaan  metode  diskusi  ?  Langkah-langkah
pelaksanaan metode diskusi meliputi hal-hal berikut :
1)  Kegiatan Persiapan
  Merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam diskusi  
  Mengidentifikasi masalah yang  cukup  sulit  yang berupa problematik
sehingga memerlukan diskusi untuk memecahkannya.
  Memilih  jenis  diskusi  yang  cocok  apakah  itu  diskusi  kelas,  diskusi
kelompok kecil, simposium, atau diskusi panel tergantung pada tujuan
yang  ingin  dicapai misalnya:  apabila  tujuan  diskusi  suatu  persoalan,
maka  dipilih  jenis  diskusi  kelompok  kecil,  sedang  jika  tujuannya
untuk  mengembangkan  gagasan  siswa  maka  simposium  dianggao
sebagai jenis diskusi yang tepat.
2)  Kegiatan Pelaksanaan Metode Diskusi  
a)  Kegiatan Pembukaan
  Guru  menanyakan  materi  pelajaran  yang  pernah  diajarkan
(apersepsi).
  Guru mengemukakan permasalahan yang ada di masyarakat yang
ada kaitannya dengan masalah yang akan didiskusikan.
  Guru  mengemukakan  tujuan  diskusi  serta  tata  cara  yang  harus
diperhatikan dalam diskusi.
b)  Kegiatan Inti Pembelajaran
  Guru mengemukakan materi  pelajaran  yang  berupa  problematik
yang  akan  didiskusikan,  dan  menjelaskan  secara  garis  besar
hakekat permasalahan tersebut.   Guru berusaha memusatkan perhatian peserta diskusi dengan cara
antara  lain  :  mengingatkan  arah  diskusi  yang  sebenarnya,
mengakui  kebenaran  gagasan  siswa  dengan  menggalang  bagian
penting  yang  telah  diucapkan  siswa,  merangkum  hasil
pembicaraan pada tahap tertentu sebelum berpindah pada masalah
berikutnya.
  Memperjelas uraian pendapat siswa karena  ide yang disampaikan
kurang jelas sehingga sukar dimengerti oleh anggota diskusi.
  Menganalisis pAndangan siswa karena terjadi perbedaan pendapat
antar  anggota  diskusi  dengan  jalan meneliti  apakah  alasan  siswa
tersebut mempunyai  dasar  yang  kuat, memperjelas  hal-hal  yang
disepakati dan yang tidak disepakati.
  Meningkatkan  uraian  pendapat  siswa  dengan  jalan  mengajukan
pertanyaan kunci yang menantang siswa untuk berpikir, memberi
waktu  untuk  berpikir,  memberi  komentar  positif  terhadap
pendapat siswa, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan sikap
yang bersahabat.
  Menyebarkan  kesempatan  berpartisipasi  agar  pembicaraan  tidak
didominasi oleh beberapa orang siswa yang enggan berpartisipasi,
memberi  giliran  pada  siswa  yang  pendiam,  meminta  siswa
mengomentari pendapat temannya, dan menengahi pendapat yang
saling sama kuat.
c)  Kegiatan Penutup  
  Kegiatan ini meliputi :
  Meminta siswa atau wakil kelompok melaporkan hasil diskusi
  Meminta  siswa  lain  atau  kelompok  lain  mengomentari  dan
melengkapi rumusan hasil diskusi.
  Melakukan evaluasi hasil belajar dan evaluasi proses diskusi.
  Memberi tugas untuk memperdalam hasil diskusi.
 2.  Metode  Simulasi
a.  Pengertian
Apa yang dimaksud dengan metode simulasi dalam pembelajaran disekolah ?
Abimanyu  dan  Purwant  (1980),  Sumantri  dan  Permana  (l998/l999)
menyatakan  bahwa  metode  pembelajaran  digunakan  untuk  menirukan
keadaan  sebenarnya  kedalam  situasi  buatan,  misalnya  seorang  guru
mensimulasikan bagaimana cara melompat tinggi dengan gaya panggung atau
bagaimana  seorang  penatar  P4  mensimulasikan  kehidupan  masyarakat
Pancasila,  dimana  setiap  peserta  penataran  ada  yang  berperan  sebagai
lurah/RW/RT  dan  anggota  masyarakat  yang  kesemuanya  berperan  secara
sungguh-sungguh  seperti  yang dialami dalam kehidupan  sosial di kelurahan
itu.
Dengan  demikian  simulasi  adalah  suatu  usaha  pembelajaran  untuk
memperoleh  pemahaman  akan  hakekat  suatu  konsep  atau  prinsip,  atau
sesuatu  keterampilan  tertentu  melalui  proses  kegiatan  atau  latihan  dalam
situasi tiruan. Melalui simulasi itu siswa akan mampu menghadapi kenyataan
yang mungkin terjadi secara lebih efektif dan efisien.
b.  Tujuan
Tujuan  digunakan  metode  simulasi  baik  langsung,  maupun  tidak  langsung
adalah sebagai berikut :
1)  Tujuan langsung
a)  Untuk  melatih  keterampilan  tertentu  baik  yang  bersifat  profesional
maupun kehidupan sehari-hari.
b)  Untuk memperoleh pemahaman tentang konsep atau prinsip.
c)  Untuk latihan memecahkan masalah.  
2)  Tujuan tidak langsung
a)  Untuk meningkatkan aktifitas belajar dengan melibatkan siswa dalam
mempelajari situasi yang hampir sama dengan  kejadian sebenarnya.
b)  Untuk meningkatkan motivasi belajar, karena simulasi sangat menarik
dan menyenangkan siswa.
c)  Melatih siswa bekerja sama dalam kelompok.
d)  Mengembangkan daya kreatif siswa.
e)  Melatih siswa untuk memahami  dan menghargai pendapat orang lain.
c.  Alasan Penggunaan Metode Simulasi
Mengapa  metode  simulasi  diperlukan  dalam  interaksi  pembelajaran  di
sekolah ? Ada  beberapa  alasan  tentang  digunakannya  metode  simulasi  dalam
pembelajaran :
1)  Simulasi  dapat    menunjang  pelaksanaan  dalam  melatih  keterampilan
dasar mengajar yang sangat diperlukan bagi terbentuknya guru-guru yang
profesional.  
2)  Simulasi merupakan  salah  satu metode  yang memungkinkan  siswa  aktif
belajar  menghayati,  memahami  dan  memperoleh  keterampilan  tertentu
tanpa memerlukan  obyek  atau  situasi  yang  sebenarnya  yang  umumnya
susah didapatkan.
3)  Metode simulasi memungkinkan terpadunya teori dan praktek, konten dan
metode,  sebab  dengan  simulasi  teori  atau  konten  yang  baru  diajarkan
dapat  segera  dipraktekkan,  sehingga  konsep  yang  diperoleh  dan
keterampilan  yang  dimiliki  menjadi  sangat  kuat  tertanam  dalam  diri
siswa.    
4)  Melalui  metode  simulasi  memungkinkan  siswa  belajar  dengan
pemahaman bukan belajar secara mekanis.  
5)  Dengan  metode  simulasi  dimungkinkan  pelibatan  alat-alat  indra  siswa
secara  optimal,  sehingga  pencapaian  tujuan  pelajaran  akan  lebih  efektif
dan bermakna.
d.   Kekuatan dan Kelemahan Metode Simulasi
1)  Kekuatan Metode Simulasi
Apa  saja kekuatan  metode simulasi ?
Ada  beberapa  keuntungan  digunakannya  metode  simulasi  dalam
pembelajaran. Keuntungan-keuntungan itu antara lain :
a)  Menciptakan kegairahan siswa untuk belajar.
b)  Mengembangkan daya cipta siswa.
c)  Siswa  dapat  menguasai  keterampilan  atau  konsep-konsep  tertentu
melalui simulasi.
d)  Mengembangkan rasa percaya diri dan perasaan positif.
e)  Melalui  simulasi kegiatan pembelajaran dapat berlangsung walaupun
tidak dalam situasi dan obyek yang sebenarnya.  
f)  Melalui  simulasi  siswa  dibantu  memahami  hal-hal  yang  asbtrak
melalui kegiatan nyata, walaupun dalam bentuk tiruan.  
2)  Kelemahan Metode Simulasi
Apa  saja kelemahan  metode simulasi ?
Kelemahan metode simulasi adalah : a)  Pengetahuan  dan  keterampilan  yang  disimulasikan  tidak  selalu
sepenuhnya sama dengan kenyataan di lapangan.
b)  Simulasi  memerlukan  kreatifitas  yang  tinggi  dari  guru    dan  siswa
yang kadang-kadang sukar dipenuhi.
c)  Perlu pemahaman siswa  tentang materi dan peranannya serta fasilitas
pendukung yang tidak selalu mudah terpenuhi.
d)  Simulasi  sebagai  metode  pembelajaran  dapat  melenceng  tujnya
menjadi alat hiburan.
e)  Rasa malu, ragu-ragu dan tidak menguasai materi akan menyebabkan
simulasi tidak mencapai tujuan.
f)  Sering  guru  tidak  melakukan  diskusi  balikan  setelah  selesai
pelaksanaan simulasi, sehingga kurang bermanfaat bagi siswa lainnya.
e.  Cara Mengatasi Kelemahan Metode Simulasi
Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan metode simulasi ?
Beberapa  cara  yang  dapat  dilakukan  untuk  mengatasi  kelemahan  metode
simulasi adalah :
1)  Perlu  pengkajian  yang  cermat  tentang  pengetahuan  dan  keterampilan
yang akan disimulasikan agar sesuai dengan kenyataan di lapangan.
2)  Guru  perlu menyiapkan materi  dan  skenario  simulasi  sebelum  simulasi
dilaksanakan.
3)  Guru perlu menjelaskan kepada siswa bahwa simulasi  ini adalah  latihan
keterampilan  tertentu  bukan  suatu  hiburan  karena  itu  siswa  lain  yang
tidak terlibat dalam simulasi harus menyimak dengan baik karena dalam
tahap  evaluasi mereka  akan  ditanya  pengetahuan  dan  keterampilan  yag
disimulasikan itu.
4)  Setelah  simulasi  berakhir  harus  dilakukan  diskusi  balikan  yang
melibatkan  semua  siswa agar siswa yang  tidak melakukan  simulasi  ikut
memahami hasil simulasi itu.
5)  Siswa yang  akan memegang peranan dalam  simulasi perlu  latihan  yang
memadai  sebelum melakukan  simulasi agar  tidak  terjadi keragu-raguan,
rasa malu dan tidak menguasai materi.
f.  Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Simulasi
Jika  Anda  akan  melakukan  pembelajaran  dengan  menggunakan  metode
simulasi, apa saja langkah-langkah yang harus Anda lakukan ?
Langkah-langkah pembelajaran dengan metode simulasi meliputi :
 1)  Kegiatan Persiapan
Kegiatan persiapan yang perlu dilakukan oleh guru adalah :
a)  Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa.
b)  Memilih materi dan topik yang akan disimulasikan.
c)  Menyiapkan garis besar skenario pelaksanaan simulasi.
d)  Guru  memberi  penjelasan  kepada  siswa  tentang  garis  besar  materi,
tujuan dan situasi yang akan disimulasikan.
e)  Guru  mengorganisasikan  pembentukan  kelompok,  peranan-peranan
yang  akan  ada,  pengaturan  ruangan,  pengaturan  materi,  pengaturan
alat yang akan digunakan  dan sebagainya.
f)  Menawarkan kepada siswa  tentang siapa yang akan memegang peran
dalam simulasi.
g)  Guru  memberi  penjelasan  kepada  siswa  dan  para  pemegang  peran
tentang hal-hal yang harus dilakukan.
h)  Guru memberi kesempatan bertanya.
i)  Guru memberi  kesempatan  pada  tiap  kelompok  dan  para  pemegang
peran untuk menyiapkan diri.
j)  Guru menetapkan  alokasi waktu  yang  diperlukan  untuk  pelaksanaan
simulasi.
2)  Kegiatan Pelaksanaan
a)  Kegiatan Pembukaan
  Menanyakan materi pelajaran yang lalu.
  Membuat  cerita  anecdote  yang  ada  kaitannya  dengan  pelajaran
yang akan diajarkan
  Menyampaikan acuan, yaitu tujuan pelajaran yang akan dilakukan
dengan simulasi.
b)  Kegiatan Inti
Setelah segala sesuatunya siap, maka simulasi dimulai
  Siswa  yang  tidak  memainkan  peran  akan  bertindak  selaku
pengamat/observer.  Mereka  dibekali  panduan  observasi  untuk
merekam peranan yang dimainkan oleh para pelaku simulasi.
  Para pemegang peran melakukan simulasi sesuai dengan skenario
atau pedoman umum yang  telah dibuat oleh guru atau yang  telah
disiapkan oleh para pemegang peran.  
  Guru  membantu  mensupervisi,  dan  memberi  sugesti  demi
kelancaran pelaksanaan simulasi.   Memberi  kesempatan  pada  para  pengamat  untuk menyampaikan
kritik, dan laporan hasil pengamatannya
  Memberi  kesempatan  kepada  para  pemegang  peran  untuk
memberikan klarifikasi,
c)  Kegiatan Menutup Simulasi
Kegiatan ini meliputi usaha-usaha guru untuk :
  Guru  meminta  siswa  membuat  kesimpulan-kesimpulan  dan
rangkuman.
  Guru melakukan evaluasi
  Jika  berdasarkan  hasil  evaluasi  ternyata  simulasi  yang  dilakukan
tidak  mencapai  tujuan,  maka  para  pemegang  peran  diminta
mengulangi  lagi  simulasi  dengan  memperhatikan  masukan  dari
para  observer,  atau  guru  dapat  menunjuk  siswa  lain  untuk
melaksanakan simulasi ulang tersebut.
 
3.   Metode Pemberian Tugas
a.  Pengertian
Sagala  (2006) mengemukakan  bahwa metode  pemberian  tugas  adalah  cara
penyajian bahan pelajaran dengan cara memberikan tugas tertentu agar siswa
melakukan  kegiatan  belajar,  dan  kemudian  hasil  pelaksanaan  tugas  itu
dilaporkan kepada guru.
b.  Tujuan
Tujuan penggunaan metode pemberian tugas adalah :
1)  Untuk memperdalam bahan ajar yang ada
2)  Untuk mengecek penguasaan siswa terhadap bahan yang telah dipelajari
3)  Untuk  membuat  siswa  aktif  belajar,  baik  secara  individu  maupun
kelompok
c.  Alasan Penggunaan Metode Pemberian Tugas
Mengapa guru menggunakan metode pemberian  tugas ? Alasan penggunaan
metode pemberian tugas adalah karena dengan metode tersebut 1)  Siswa  diaktifkan  baik  secara  mental  maupun  fisik  dalam  menguasai
materi pelajaran
2)  Siswa akan lebih mudah menguasai materi pelajarann dan siswa diperluas
pengetahuannya tentang materi pelajaran tersebut
3)  Siswa dibiasakan tidak cepat puas dengan apa yang dipelajari dari materi
ajar  yang  telah  ada  sehingga  dapat  dikembangkan  sikap  ingin  tahu  dan
haus ilmu pengetahuan
4)  Siswa akan termotivasi belajar dan dilatih problem solving
d.  Kekuatan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas
1)  Kekuatan metode pemberian tugas.
Apa  saja  kekuatan  metode  pemberian  tugas?  Kekuatan  atau  kelebihan
metode pemberian tugas adalah:
a)  Pengetahuan  yang    dipelajari  lebih  meresap,  tahan  lama,  dan  lebih
otentik.
b)  Melatih  siswa  untuk  berani mengambil  inisiatif,  bertanggung  jawab,
dan berdiri sendiri.
c)  Tugas  yang  diberikan  guru  dapat  memperdalam,  memperkaya  atau
memperluas wawasan siswa tentang apa yang dipelajari.
d)  Siswa dilatih kebiasaan mencari dan mengolah informasi sendiri.
e)  Metode ini jika dilakukan berbagai variasi dapat menggairahkan siswa
belajar.
2)  Keterbatasan metode pemberian tugas.
Apa saja keterbatasan metode pemberian tugas?
Beberapa  kelemahan  dari metode  pemberian  tugas  dalam  pembelajaran
adalah:
a)  Bagi siswa yang malas cenderung melakukan kecurangan atau mereka
hanya meniru pekerjaan orang lain.
b)  Ada kalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain sehingga siswa tidak
meperoleh hasil belajar apa-apa.
c)  Jika  tugas  yang  diberikan  siswa  terlalu  berat  dapat  menimbulkan
stress pada siswa.
d)  Ada  kalanya  guru  memberi  tugas  tanpa  menyebutkan  sumbernya,
akibatnya siswa sulit untuk menyelesaikannya.

 e.  Cara Mengatasi Kelemahan Metode Pemberian Tugas
Apa  saja  usaha  yang  harus  dilakukan  guru  untuk  mengatasi  kelemahan
metode  pemberian  tugas?  Beberapa  cara  yang  dapat  dilakukan  untuk
mengatasi kelemahan metode pemberian tugas antara lain:
1)  Tugas yang diberikan pada siswa hendaknya jelas, sehingga mereka tidak
mengalami kesulitan dalam mengerjakannya.
2)  Beri waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.
3)  Tugas  yang diberikan harus diawasi  secara  sistematis agar  siswa belajar
dengan sungguh-sungguh.
4)  Tugas  yang  telah  dikerjakan  dan  telah  diserahkan  pada  guru  harus
dikoreksi  dan  diberi  catatan-catatan  perbaikan  dan  kemudian
dikembalikan pada siswa.
5)  Tugas  yang  diberikan  hendaknya menarik minat  siswa  dan mendorong
siswa untuk menyelesaikannya.
f.  Langkah-langkah Pengajaran Dengan Metode Pemberian Tugas
Apa  saja  langkah-langkah  pengajaran  dengan  metode  pemberian  tugas?
Langkah-langkah  pembelajaran  dengan  menggunakan  metode  pemberian
tugas meliputi:
1)  Kegiatan Persiapan
a)  Merumuskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
b)  Menyiapkan  pokok-pokok  materi  pembelajaran  untuk  mencapai
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
c)  Menyiapkan tugas-tugas kegiatan yang akan diberikan pada siswa.
2)  Kegiatan Pelaksanaan
a)  Kegiatan pembukaan
  Mengajukan  pertanyaan  apersepsi  untuk  mengingatkan  siswa
terhadap materi yang telah diajarkan.
  Memotivasi  siswa  dengan  mengemukakan  cerita  yang  ada  di
masyarakat  yang  ada  kaitannya  dengan  materi  yang  akan
diajarkan.
  Mengemukakan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
b)  Kegiatan inti pelajaran
  Guru menerangkan secara garis besar materi pelajaran yang akan
diajarkan.
  Guru menjelaskan rincian tugas dan cara mengerjakannya   Siswa  mengerjakan  tugas  sesuai  dengan  petunjuk  atau  cara
penyelesaian  tugas  yang  diberikan  oleh  guru  termasuk  antaranya
adalah menggunakan lembar kegiatan siswa.
  Jika  tugas  itu  direncanakan  untuk  diselesaikan  selama  jam
pelajaran  yang  ada, maka  guru meminta  siswa melaporkan  hasil
penyelesaian tugasnya.
  Guru memeriksa hasil penyelesaian tugas siswa.
  Jika  tugas  itu  direncanakan  untuk  diselesaikan  di  rumah,  maka
siswa  diberitahu  kapan  hasil  penyelesaian  tugas  itu  harus
diserahkan pada guru untuk diperiksa oleh guru.
c)  Kegiatan mengakhiri pelajaran
  Guru menyuruh  siswa merangkum materi yang diajarkan melalui
kegiatan pemberian tugas itu.
  Guru melakukan evaluasi
  Guru melakukan tindak lanjut yang kemungkinannya dapat berupa
memberikan penjelasan tentang materi yang belum dikuasai siswa
atau  memberi  tugas  tambahan  untuk  memperdalam  atau
menambah penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan.

1 komentar: