Jumat, 11 Februari 2011

Metode kerja kelompok, karya wisata dan penemuan

1.  Metode Kerja Kelompok
a.  Pengertian
Sagala  (2006)  mengatakan  bahwa  metode  kerja  kelompok  adalah  cara
pembelajaran  dimana  siswa  dalam  kelas  dibagi  dalam  beberapa  kelompok,
dimana  setiap  kelompok  dipandang  sebagai  satu  kesatuan  tersendiri  untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditetapkan untuk diselesaikan secara
bersama-sama.
Pada umumnya materi pelajaran yang harus dikerjakan secara bersama-sama
dalam  kelompok  itu  diberikan  atau  disiapkan  oleh  guru.  Materi  itu  harus
cukup  kompleks  isinya  dan  cukup  luas  ruang  lingkupnya  sehingga  dapat
dibagi-bagi  menjadi  bagian  yang  cukup  memadai  bagi  setiap  kelompok.
Materi hendaknya membutuhkan bahan dan  informasi dari berbagai  sumber
untuk  pemecahannya.  Masalah  yang  bisa  diselesaikan  hanya  dengan
membaca  satu  sumber  saja  tentu  tidak  cocok  untuk  ditangani melalui  kerja
kelompok.  Kelompok  dapat  dibentuk  berdasarkan  perbedaan  individual
dalam kemampuan belajar, perbedaan bakat dan minat belajar, jenis kegiatan,
materi  pelajaran,  dan  tujuan  yang  ingin  dicapai.  Berdasarkan  tugas  yang
harus  diselesaikan,  siswa  dapat  dibagi  atas  kelompok  paralel  yaitu  setiap
kelompok  menyelesaikan  tugas  yang  sama,  dan  kelompok  komplementer
dimana setiap kelompok berbeda-beda tugas yang harus diselesaikan.
b.  Tujuan
Metode  kerja  kelompok  yang  digunakan  dalam  suatu  strategi  pembelajaran
bertujuan untuk :
1)  memecahkan masalah pembelajaran melalui proses kelompok
2)  mengembangkan kemampuan bekerjasama di dalam kelompok
c.  Alasan Penggunaaan Metode Kerja Kelompok
Mengapa guru memilih kerja kelompok sebagai metode pembelajaran? Guru
menggunakan metode kerja kelompok dalam pembelajaran karena:
1)  Kerja  kelompok  dapat  mengembangkan  perilaku  gotong  royong  dan
demokratis.
2)  Kerja kelompok dapat memacu siswa aktif belajar.
3)  Kerja  kelompok  tidak membosankan  siswa melakukan  kegiatan  belajar
diluar  kelas  bahkan  diluar  sekolah  yang  bervariasi,  seperti  observasi,
wawancara, cari buku di perpustakaan umum, dan sebagainya.
d.  Kekuatan dan Keterbatasan Metode Kerja Kelompok
1)  Kekuatan Metode Kerja Kelompok
a)  membiasakan  siswa  bekerja  sama,  musyawarah  dan  bertanggung
jawab
b)  menimbulkan  kompetisi  yang  sehat  antar  kelompok,  sehingga
membangkitkan kemauan belajar yang sungguh-sungguh. c)  Guru  dipermudah  tugasnya  karena  tugas  kerja  kelompok  cukup
disampaikan kepada para ketua kelompok.
d)  Ketua kelompok dilatih menjadi pemimpin yang bertanggung  jawab,
dan anggotanya dibiasakan patuh pada aturan yang ada.
2)  Kelemahan Metode Kerja Kelompok
a)  Sulit  membentuk  kelompok  yang  homogen  baik  segi  minat,  bakat,
prestasi maupun intelegensi.
b)  Pemimpin  kelompok  sering  sukar  untuk  memberikan  pengertian
kepada anggota, menjelaskan, dan pembagian kerja
c)  Anggota  kadang-kadang  tidak mematuhi  tugas-tugas  yang  diberikan
pemimpin kelompok
d)  Dalam menyelesaikan  tugas, sering menyimpang dari rencana karena
kurang kontrol dari pemimpin kelompok atau guru.
e)  Sulit membuat tugas yang sama sulit dan luasnya terutama bagi kerja
kelompok yang komplementer.
e.  Cara Mengatasi Kelemahan Metode Kerja Kelompok
Bagaimana cara mengatasi kelemahan Metode Kerja Kelompok? Kelemahan
metode kerja kelompok dapat diatasi dengan:
1)  Mengkaji lebih dulu materi pelajaran dengan cermat, lalu buat garis besar
rincian  tugasnya  untuk  setiap  kelompok  agar  bobot  tugas  tersebut  sama
beratnya.
2)  Adakan  tes  sosiometri  dan  hasilnya  digunakan  untuk  pembentukan
kelompok yang mereka kehendaki.
3)  Bimbingan  dan  pengawasan  kepada  setiap  kelompok  harus  dilakukan
terus menerus.
4)  Jumlah anggota dalam satu kelompok jangan terlalu banyak
5)  Motivasi  yang  diberikan  jangan  sampai  menimbulkan  persaingan  antar
kelompok yang kurang sehat.
f.  Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Metode Kerja Kelompok
1)  Kegiatan Persiapan
a)  Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
b)  Menyiapkan  materi  pembelajaran  dan  menjabarkan  materi  tersebut
kedalam tugas-tugas kelompok.
c)  Mengidentifikasi sumber-sumber yang akan menjadi sasaran kegiatan
kerja kelompok. d)  Menyusun  peraturan  pembentukan  kelompok,  cara  kerja,  saat
memulai dan mengakhiri, dan tata tertib lainnya.
2)  Kegiatan Pelaksanaan
a)  Kegiatan Membuka Pelajaran
  Melaksanakan  apersepsi,  yaitu  pertanyaan  tentang  materi
pelajaran sebelumnya.
  Memotivasi  belajar  dengan  mengemukakan  kasus  yang  ada
kaitannya dengan materi pelajaran yang akan diajarkan
  Mengemukakan tujuan pelajaran dan berbagai kegiatan yang akan
dikerjakan dalam mencapai tujuan pelajaran itu.
b)  Kegiatan Inti Pelajaran
  Mengemukakan lingkup materi pelajaran yang akan dipelajari
  Membentuk kelompok
  Mengemukakan  tugas  setiap  kelompok  kepada  ketua  kelompok
atau langsung kepada semua siswa
  Mengemukakan  peraturan  dan  tata  tertib  serta  saat memulai  dan
mengakhiri kegiatan kerja kelompok.
  Mengawasi, memonitor,  dan  bertindak  sebagai  fasilitator  selama
siswa melakukan kerja kelompok.
  Pertemuan  klasikal  untuk  pelaporan  hasil  kerja  kelompok,
pemberian balikan dari kelompok lain atau dari guru.
c)  Kegiatan Mengakhiri Pelajaran
  Meminta siswa merangkum isi pelajaran yang telah dikaji melalui
kerja kelompok.
  Melakukan evaluasi hasil dan proses
  Melaksanakan  tindak  lanjut  baik  berupa mengajari  ulang materi
yang  belum  dikuasai  siswa  maupun  memberi  tugas  pengayaan
bagi siswa yang telah menguasai materi tersebut.
 2.  Metode Karya Wisata
a.  Pengertian
Sagala  (2006)  menyatakan  bahwa  karya  wisata  atau  studi  wisata  sebagai
metode  pembelajaran  adalah  siswa  dibawah  bimbingan  guru  mengunjungi
tempat-tempat tertentu dengan maksud untuk mempelajari obyek belajar yang
ada di tempat itu.
Lalu, apa perbedaannya dengan tamasya ? Tamasya berbeda dari karya wisata
dalam hal bahwa kepergian orang ke suatu  tempat  itu dengan maksud untuk
mencari hiburan.
b.  Tujuan
Rusyan  (dalam  Sagala,  2006)  menyatakan  walaupun  karya  wisata  banyak
unsur non akademisnya, tetapi tujuan pendidikan dapat pula tercapai terutama
mengenai wawasan  dan  pengalaman  tentang  dunia  luar  seperti  tempat  yang
memiliki situs bersejarah, musium, peternakan, atau pertanian  (agro wisata),
dan  sebagainya.  Tetapi  kalau  karya  wisata  itu  sengaja  disiapkan  sebagai
metode  pembelajaran  maka  unsur  akademiknya  harus  menonjol.  Tujuan
pembelajaran harus dirumuskan secara  jelas, materi pembelajaran yang akan
dipelajari harus ditulis berupa  tugas  yang harus  diperoleh melalui observasi
atau wawancara dengan nara sumber yang ada ditempat wisata itu, dan ketika
akan kembali  atau  setelah  sampai di  sekolah guru harus mengevaluasi hasil
belajar yang baru mereka kerjakan melalui karya wisata itu. Dengan demikian
tujuan karya wisata sebagai metode pembelajaran adalah untuk :
1)  Mengkaji materi pembelajaran  tertentu sebagaimana direncanakan dalam
kurikulum/silabus. Misalnya untuk mempelajari cara berternak sapi perah
dan  pengelolahan  susunya,  maka  siswa  diajak  berkarya  wisata  ke
peternakan sapi perah.
2)  Melengkapi materi pelajaran yang  tertulis di buku   sehingga pemahaman
siswa menjadi lebih jelas dan konkrit.
3)  Memupuk  rasa  cinta  lingkungan,  daerah,  tanah  air,  dan  penghargaan
terhadap pahlawan serta pemimpin yang berjasa dimasa silam.
c.  Alasan Menggunakan Metode Karya Wisata
1)  Memvariasikan penggunaan metode pembelajaran agar siswa  termotivasi
belajar.
2)  Dengan  karya wisata  siswa  berkembang  rasa  kebersamaanya,  tanggung
jawabnya, kerjasamanya, dan toleransinya. 3)  Penguasaan materi  yang dipelajari  secara  langsung melalui karya wisata
akan lebih cepat dikuasai dan lama diingat.
4)  Karena keunggulan dan tujuan karya wisata sebagai metode pembelajaran
sebagaimana dikemukakan dalam naskah ini.
d.  Keunggulan dan Kelemahan Metode Karya Wisata
1)  Keunggulan
Apa saja keunggulan metode karya wisata ?
Metode karya wisata mempunyai keunggulan sebagai berikut :
a)  Siswa dapat belajar langsung di lapangan sehingga pengetahuan yang
diperoleh nyata, hidup, bermakna, dan komperhensif.
b)  Siswa  dapat  menemukan  sendiri  jawaban  dari  masalah  atau
pertanyaan tentang materi yang dipelajari dengan melihat, mendengar,
mencoba dan membuktikan sendiri secara langsung.
c)  Motivasi dan minat belajar siswa tinggi. Siswa senang belajar melalui
karya wisata.
d)  Guru  diperingan  tugasnya  dalam  menyampaikan  materi  pelajaran,
karena materi disampaikan oleh nara sumber atau observasi  langsung
oleh siswa sendiri.
e)  Siswa  aktif  belajar  melalui  observasi,  wawancara,  percobaan,
menggolong-golongkan, dan sebagainya.
2)  Kelemahan
Apakah ada kelemahan metode karya wisata ?
Ada beberapa kelemahan metode karya wisata, antara lain :
a.  Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b.  Memerlukan  waktu  yang  cukup  lama,  apalagi  kalau  dilaksanakan
terlalu  sering  dan  jauh  dari  sekolah,  sehingga  dapat  mengganggu
jadwal pelajaran.
c.  Memerlukan biaya yang relatif tinggi.
d.  Memerlukan  pengawasan  yang  ketat  agar  siswa  fokus  kepada
tugasnya.
e.  Laporan hasil karya wisata biasanya diserahkan tidak tepat waktu.
e.  Cara Mengatasi Kelemahan Metode Karya Wisata
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan metode
karya wisata antara lain :
1)  Rumuskan tujuan secara jelas dan konkrit. 2)  Tentukan  secara  jelas  tugas-tugas  yang  harus  dilakukan  sewaktu  karya
wisata dan sesudah karya wisata.
3)  Bentuk  panitia  pelaksanaan  karya  wisata  yang  bertugas  menyiapkan
semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaan karya wisata.
4)  Pilih waktu libur untuk pelaksanaan karya wisata.
5)  Rencanakan pembiayaan jauh sebelum karya wisata itu dilaksanakan. Bila
mungkin masukkan  rencana pembiayaan  itu dalam DUK  (Daftar Usulan
Kegiatan) anggaran sekolah.
6)  Buat  tata  tertib  pelaksanaan  karya  wisata  secara  jelas  dan
dikomunikasikan secepatnya kepada siswa.
f.  Langkah-langkah  Pelaksanaan  Metode  Karya  Wisata  dalam
Pembelajaran
1)  Kegiatan Persiapan
a)  Merumuskan tujuan pembelajaran
b)  Menyiapkan materi pelajaran yang sesuai silabus/kurikulum yang ada
c)  Melakukan studi awal ke lokasi sasaran karya wisata
d)  Menyiapkan skenario pelaksanaan karya wisata
e)  Menyiapkan tata tertib pelaksanaan karya wisata
2)  Kegiatan Pelaksanaan Karya Wisata
a)  Kegiatan Pembukaan
Kegiatan  pembukaan  ini  dilaksanakan  di  sekolah  sebelum  berangkat
ke  lokasi karya wisata,  atau dapat pula dilaksanakan di  lokasi karya
wisata sebelum turun ke lapangan. Kegiatan pembukaan ini meliputi :
  Mengingatkan  kembali  pelajaran  yang  pernah  diberikan melalui
pertanyaan apersepsi.
  Memotivasi  siswa dengan membuat kaitan materi pelajaran  yang
akan  dipelajari  dengan  peristiwa-peristiwa  yang  terjadi  di
masyarakat atau melalui pertanyaan-pertanyaan.
  Mengemukakan  tujuan  pelajaran  yang  akan  dipelajari  dan
kegiatan-kegiatan  yang  harus  dilakukan  untuk  mencapai  tujuan
pelajaran tersebut selama karya wisata.
  Mengemukakan tata tertib selama karya wisata.
b)  Kegiatan Inti
Kegiatan inti pelajaran ini dilakukan selama karya wisata :   Melakukan  observasi  terhadap  obyek  sasaran  belajar,  lalu
mendiskripsikannya  dalam  bentuk  kalimat,  mengambil
gambarnya, dan sebagainya.
  Mewawancarai  nara  sumber  dan  mencatat  informasi  yang
disampaikan secara lisan oleh nara sumber.
  Mengumpulkan leaflet atau booklet yang ada.
  Sesuai  dengan  skenario  yang  disiapkan  guru,  dapat
diselenggarakan  seminar  atau  dikusi  dengan  nara  sumber,
penguasa/pejabat yang relevan.
c)  Kegiatan Penutup
Kegiatan  mengahiri  karya  wisata  ini  dapat  dilakukan  ketika
masihberada  di  lokasi  wisata  atau  setelah  kembali  ke  sekolah,
kegiatannya meliputi :
  Menyuruh  siswa  melaporkan  hasil  karya  wisata  dan  membuat
rangkuman.
  Melakukan evaluasi proses dan hasil karya wisata.
  Melakukan  tindak  lanjut berupa  tugas yang sifatnya memperkaya
hasil karya wisata. 3.  Metode Penemuan (Discovery)
a.  Pengantar
Apa  yang  dimaksud  dengan  metode  penemuan  (discovery)  ?  Sebelum
menjawab pertanyaan tersebut perlu dipahami dengan jelas istilah yang saling
dipertukarkan.  Penemuan  (discovery)  sering  dipertukarkan  pemakaiannya
dengan penyelidikan (inquiry).
Sund  (dalam  Kartawisastra,  1980)  berpendapat  bahwa  penemuan  adalah
proses  mental  dimana  siswa  mengasimilasikan  suatu  konsep  atau  prinsip.
Sedangkan  inquiry  (inkuiri) menurut Sund meliputi  juga penemuan. Dengan
kata  lain,  inkuiri  adalah  perluasan  proses  penemuan  yang  digunakan  lebih
mendalam.  Artinya  proses  inkuiri  mengandung  proses  mental  yang  lebih tinggi  tingkatannya,  misalnya  :  merumuskan  masalah,  merancang
eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data,
menarik  kesimpulan,  dan  sebagainya.  Akhirnya  Sund  berpendapat  bahwa
penggunaan  metode  penemuan  baik  untuk  siswa  kelas  rendah,  sedangkan
inkuiri baik untuk kelas tinggi.
Dengan  demikian  penemuan  diartikan  sebagai  prosedur  pembelajaran  yang
mementingkan  pembelajaran  perseorangan,  manipulasi  obyek,  melakukan
percobaan,  sebelum  sampai  kepada  generalisasi.  Metode  penemuan
mengutamakan  cara  belajar  siswa  aktif  (CBSA),  berorientasi  pada  proses,
mengarahkan sendiri, mencari sendiri, dan reflektif.
b.  Tujuan
Apa  tujuan  penggunaan  metode  penemuan  ?    Tujuan  penggunaan  metode
penemuan antara lain :
1)  Untuk memperoleh metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan
tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2)  Untuk  mengatifkan  siswa  belajar  (CBSA)  sesuai  dengan  materi  dan
tujuan pembelajaran.
3)  Untuk memvariasikan metode  pembelajaran  yang  digunakan  agar  siswa
tidak bosan.
4)  Agar  siswa  dapat  menemukan  sendiri,  menyelidiki  sendiri,  dan
memecahkan sendiri masalah yang dipelajari, sehingga hasilnya setia dan
tahan lama dalam ingatan, dan tidak mudah dilupakan.
c.  Alasan Digunakan Metode Penemuan
Mengapa  guru memilih  metode  penemuan  dalam  pembelajarannya  ?  Guru
menggunakan metode penemuan karena metode penemuan itu :
1)  Memungkinkan untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif.
2)  Pengetahuan  yang  ditemukan  sendiri  melalui  metode  penemuan  akan
betul-betul dikuasai, dan mudah digunakan / ditransfer dalam situasi lain.
3)  Siswa  dapat  menguasai  salah  satu  metode  ilmiah  yang  sangat  berguna
dalam kehidupannya.
4)  Siswa  dibiasakan  berpikir  analitis  dan  mencoba  memecahkan  masalah
yang akan ditransfer dalam kehidupan masyarakat.
d.  Kebaikan dan Kelemahan Metode Penemuan
1)  Kebaikan Metode Penemuan
a)  Siswa belajar bagaimana belajar melalui proses penemuan.
b)  Pengetahuan yang diperoleh melalui penemuan sangat kokoh. c)  Metode penemuan membangkitkan gairah siswa dalam belajar.
d)  Metode penemuan memungkinkan  siswa bergerak untuk maju  sesuai
dengan kemampuannya sendiri.
e)  Metode  ini menyebabkan  siswa mengarahkan  sendiri cara belajarnya
sehingga ia merasa lebih terlibat dan termotivasi sendiri untuk belajar.
f)  Metode  ini berpusat pada anak, dan guru sebagai  teman belajar   atau
fasilitator.
2)  Kelemahan Metode Penemuan
Apa kelemahan metode penemuan ? Kelemahan metode penemuan antara
lain :
a)  Metode  ini mempersyaratkan kesiapan mental, dalam arti siswa yang
pandai  akan  memonopoli  penemuan  dan  siswa  yang  bodoh  akan
frustrasi.
b)  Metode ini kurang berhasil untuk kelas besar karena habis waktu guru
untuk membantu siswa dalam kegiatan penemuannya.
c)  Dalam  pelajaran  tertentu  (misalnya  IPA)  fasilitas  yang  dibutuhkan
untuk mencoba ide-ide mungkin terbatas.
d)  Metode  ini  terlalu  mementingkan  untuk  memperoleh  pengertian,
sebaliknya  kurang  memperhatikan  diperolehnya  sikap  dan
keterampilan.
e)  Metode  ini kurang memberi kesempatan untuk berpikir kreatif kalau
pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi oleh guru,
begitu pula proses-prosesnya dibawah pembinaannya.
e.  Cara mengatasi Kelemahan Metode Penemuan
1)  Bentuklah kelompok-kelompok kecil, yang anggotanya  terdiri dari siswa
pandai  dan  siswa  kurang  pandai,  agar  siswa  yang  pandai  bisa
membimbing siswa yang kurang pandai. Dengan cara ini pula kelemahan
kelas besar dalam penggunaan metode ini dapat diatasi.
2)  Metode penemuan untuk IPA dapat pula dilakukan di luar kelas sehingga
tidak memerlukan fasilitas atau bahan yang umumnya mahal.
3)  Mulailah  dengan  penemuan  terbimbing,  kemudian  jika  siswa  sudah
terbiasa  dengan metode  ini maka  gunakanlah metode  penemuan  bebas,
agar siswa benar-benar dapat berkembang berpikir kreatifnya.
 f.  Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Penemuan
Jika  guru  menggunakan  metode  penemuan,  apa  saja  langkah-langkah
pelaksanaannya  ?  Langkah-langkah  pelaksanaan  metode  penemuan  itu
adalah:
1)  Kegiatan Persiapan
a)  Mengidentifikasi kebutuhan bekajar siswa (need assessment).
b)  Merumuskan tujuan pembelajaran.
c)  Menyiapkan  problem  (materi  pelajaran)  yang  akan  dipecahkan.
Problem  itu  dinyatakan  dalam  bentuk  pernyataan  atau  pertanyaan.
Problem  tentang  konsep  atau  prinsip  yang  akan  ditemukan  itu  perlu
ditulis dengan jelas.
d)  Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2)  Kegiatan Pelaksanaan Penemuan
a)  Kegiatan Pembukaan
  Melakukan  apersepsi,  yaitu  mengajukan  pertanyaan  mengenai
materi pelajaran yang telah diajarkan.
  Memotivasi  siswa  dengan  cerita  pendek  yang  ada  kaitannya
dengan materi yang diajarkan.
  Mengemukakan  tujuan  pembelajaran  dan  kegiatan/tugas  yang
dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran itu.
b)  Kegiatan Inti
  Mengemukakan  problema  yang  akan  dicari  jawabannya melalui
kegiatan penemuan.
  Diskusi  pengarahan  tentang  cara  pelaksanaan
penemuan/pemecahan problema yang telah ditetapkan.
  Pelaksanaan  penemuan  berupa  kegiatan  penyelidikan/percobaan
untuk menemukan konsep atau prinsip yang telah ditetapkan.
  Membantu  siswa  dengan  informasi  atau  data,  jika  diperlukan
siswa.
  Membantu  siswa  melakukan  analisis  data  hasil  temuan,  jika
diperlukan.
  Merangsang terjadinya interaksi antar siswa dengan siswa.
  Memuji siswa yang giat dalam melaksanakan penemuan.
  Memberi kesempatan siswa melaporkan hasil penemuannya.
c)  Kegiatan Penutup
  Meminta siswa membuat rangkuman hasil-hasil penemuannya.   Melakukan evaluasi hasil dan proses penemuan.
  Melakukan  tindak  lanjut,  yaitu  meminta  siswa  melakukan
penemuan  ulang  jika  ia  belum  menguasai  materi,  dan  meminta
siswa  mengerjakan  tugas  pengayaan  bagi  siswa  yang  telah
melakukan penemuan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar