Jumat, 11 Februari 2011

Metode Pembelajaran Ceramah, Tanya Jawab, dan Demonstrasi

1.  Metode  Ceramah
a.  Pengertian
Sumantri  dan  Permana  (l998/l999)  menyatakan  bahwa  metode  ceramah
adalah  cara mengajar  yang paling popular dan banyak dilakukan oleh  guru.
Hal  ini  karena  metode  ceramah  mudah  disajikan  dan  tidak  banyak
memerlukan media. Metode  ceramah  adalah  penyajian  pelajaran  oleh  guru
dengan  cara memberikan penjelasan  secara  lisan kepada  siswa. Penggunaan
metode ceramah sangat  tergantung pada kemampuan guru. Penguasaan guru
terhadap materi pelajaran, kemampuan berbahasa, intonasi suara, penggunaan
media,  dan    variasi  gaya mengajar  lainnya  sangat menentukan  keberhasilan
metode ini.
b.  Tujuan
Tujuan metode ceramah adalah menyampaikan materi pelajaran yang bersifat
informasi,  yaitu  konsep,  pengertian,  prinsip-prinsip    yang  banyak  dan  luas
serta  hasil  penemuan-penemuan  baru  yang  belum  terpublikasikan  secara
meluas. Secara lebih khusus tujuan metode ceramah adalah :
1)  Menciptakan lAndasan pemikiran siswa agar dapat belajar melalui bahan
tertulis hasil ceramah guru.
2)  Menyajikan  garis-garis  besar    isi  pelajaran    dan  permasalahan  perting
yang terdapat  dalam isi pelajaran.
3)  Merangsang  siswa  untuk  belajar mandiri  dan menumbuhkan  rasa  ingin
tahu melalui pengayaan belajar.
4)  Memperkenalkan  hal-hal  baru  dan  memberikan  penjelasan  secara
gamblang teori dan prakteknya.
5)  Sebagai langkah awal untuk metode yang lain  dalam upaya menjelaskan
prosedur yang harus ditempuh siswa. Misalnya sebelum eksperimen siswa
diberi penjelasan tentang apa-apa yang harus dilakukan oleh siswa.
c.  Alasan Penggunaan Metode Ceramah
 Mengapa  kita  harus  menggunakan  metode  ceramah?  Metode  ceramah
digunakan  guru dalam pembelajaran dengan alasan-alasan sebagai berikut :
1)  Siswa benar-benar memerlukan penjelasan guru karena   bahan baru atau
langkanya sumber pustaka, dan untuk menghindari kesalahpahaman.
2)  Karena tidak ada buku sumber pelajaran yang tersedia.
3)  Menghadapi  siswa  yang  banyak  jumlahnya,  dan  bila  menggunakan
metode lain  sukar diterapkan.
4)  Menghemat waktu, biaya, dan peralatan. d.   Kekuatan dan Keterbatasan Metode Ceramah
1)  Kekuatan Metode Ceramah
Apa    saja  kekuatan    dari metode  ceramah  untuk  pembelajaran  di  SD?
Setidaknya  ada  lima  keunggulan  metode  ceramah  sehingga  guru
memilihnya sebagai metode pembelajaran. Kekuatan metode ceramah itu
antara lain :
a)  Murah  dalam    arti  efisien  dilihat  dari  segi  waktu,  biaya  dan
tersedianya guru.
b)  Mudah dalam arti materi dapat disesuaikan dengan terbatasnya waktu,
karakteristik siswa, materi pelajaran, dan tersedianya alat pelajaran.
c)  Meningkatkan  daya  dengar  siswa  dan menumbuhkan minat   belajar
dari sumber lain.
d)  Memperoleh  penguatan,  dalam  arti  guru  memperoleh  penghargaan,
kepuasan  dan  sikap  percaya  diri    dari  siswa  yang  diajar  jika  siswa
memperhatikannya  dan  kelihatan  senang    karena mengajarnya  guru
baik.
e)  Ceramah  dapat memberikan wawasan  yang  luas  karena  guru    dapat
menambah  dan mengkaitkan  dengan  sumber  dan materi  lain  dalam
kehidupan sehari-hari.
2)  Kelemahan Metode Ceramah
a)  Siswa  dapat  menjadi  jenuh  terutama  kalau  guru  tidak  pandai
menjelaskan.
b)  Dapat menimbulkan verbalisme pada siswa.
c)  Materi ceramah terbatas pada yang diingat guru.
d)  Bagi  siswa  yag  keterampilan  mendengarkannya  kurang  akan
dirugikan.
e)  Siswa dijejali dengan konsep yang belum tentu dapat diingat terus.
f)  Informasi yang disampaikan mudah usang dan ketinggalan zaman.
g)  Tidak merangsang berkembangnya kreatifitas siswa.
h)  Terjadi interaksi satu arah yaitu dari guru kepada siswa.
e.   Cara Mengatasi Kelemahan Metode Ceramah
1)  Selang-selingilah ceramah dengan pertanyaan-pertanyaan.
2)  Gunakan  alat  peraga  baik  langsung  maupun  tiruan,  serta  lakukan
demonstrasi untuk meragakan konsep yang Anda kemukakan.
3)  Ciptakan  interaksi  yang bervariasi  antara guru-siswa,  siswa-guru,  siswa-
siswa. 4)  Lakukan  gaya  mengajar  yang  bervariasi  supaya  siswa  tidak  bosan
mendengarkan ceramah Anda.
f.   Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Ceramah
Jika  Anda  melaksanakan  metode  ceramah,  langkah-langkah  apa  saja  yang
harus  Anda  lakukan?  Langkah-langkah  yang  harus  dilakukan  meliputi
kegiatan persiapan, kegiatan pelaksanaan dan kegiatan mengakhiri ceramah.
1)  Kegiatan Persiapan
a)  Merumuskan  tujuan  yang  ingin  dicapai.  Tujuan  harus  dirumuskan
dengan jelas sehingga jelas pula apa yang harus dikuasai siswa setelah
proses pembelajaran selesai.
b)  Menentukan  pokok-pokok  materi  yang  akan  diceramahkan.
Keberhasilan  ceramah  sangat  tergantung  pada  penguasaan  guru
terhadap  materi  yang  akan  diceramahkan.  Pokok-pokok  materi  itu
harus  sesuai  dengan  tujuan  pembelajaran  yang  harus  dicapai.
Disamping  itu  diperlukan  pula  ilustrasi-ilustrasi  atau  contoh-contoh
yang relevan untuk memperjelas informasi yang disampaikan.
c)  Mempersiapkan  alat  bantu.  Alat  bantu  ini  dapat  mempermudah
pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Disamping itu alat
bantu juga dapat membantu meningkatkan kualitas ceramah.
2)  Kegiatan Pelaksanaan
Ada tiga kegiatan yang perlu dilakukan oleh guru yaitu :
a)  Kegiatan pembukaan
  Dalam kegiatan pembukaan ini, guru paling tidak harus melakukan :
  Apersepsi yaitu menanyakan kembali pelajaran yang lalu.
  Motivasi yaitu suatu anekdot yang berusaha mengaitkan peristiwa
dalam  kehidupan  yang  berkaitan  dengan  materi  yang  akan
diajarkan.
  Memberi  acuan  yaitu  menyampaikan  tujuan  pengajaran  atau
pokok-pokok materi yang akan diajarkan.
b)  Kegiatan inti pelajaran
Yaitu  kegiatan  penyampaian materi  pembelajaran melalui  informasi
lisan. Agar ceramah guru berkualitas maka guru harus dapat menarik
perhatian  siswa  agar  tetap  terarah  pada  materi  yang  sedang
disampaikan. Untuk menjaga perhatian  siswa,  guru perlu melakukan
hal-hal berikut:
  Menjaga kontak pAndang dengan siswa secara terus menerus.
  Gunakan bahasa yang komunikatif agar mudah dimengerti siswa.   Sajikan  materi  secara  sistematis  tidak  meloncat-loncat  sehingga
tidak membingungkan siswa.
  Tanggapi respon siswa dengan segera dan secara antusias.
  Jagalah  suasana  kelas  agar  tetap  kondusif  dan  menggairahkan
untuk belajar.
  Selang-selingilah  ceramah  Anda  dengan  pertanyaan-
pertanyaan/tanya jawab.    
c)  Kegiatan mengakhiri ceramah
Ceramah  harus  diakhiri  melalui  prosedur  tertentu  agar  materi  yang
barus diterima tidak dilupakan. Prosedur itu adalah :
  Membimbing  siswa membuat  rangkuman  atas  materi  yang  baru
disampaikan.
  Melakukan evaluasi formatif.
  Melakukan  tindak  lanjut, yaitu mengajarkan kembali materi yang
belum  dikuasai  siswa  atau   memberi    tugas  tambahan  jika  siswa
telah menguasai materi berdasarkan hasil evaluasi formatif. 2.   Metode Tanya Jawab
a.  Pengertian
    Apa yang dimaksud metode tanya jawab dalam pembelajaran di sekolah?
Metode  tanya  jawab  adalah  cara  penyampaian  suatu  pelajaran  melalui
interaksi dua  arah dari  guru kepada  siswa  atau dari  siswa kepada  guru  agar
diperoleh  jawaban  kepastian materi melalui  jawaban  lisan  guru  atau  siswa.
Dalam metode tanya jawab, guru dan siswa  sama-sama aktif. Siswa dituntut
untuk aktif agar mereka tidak tergantung pada keaktifan guru. Rasa ingin tahu
anak usia SD harus ditumbuh-suburkan agar ia menjadi manusia yang kreatif.
Untuk  itu  guru  harus  menguasai  keterampilan  bertanya  dan  juga    harus mempunyai semangat yang tinggi didalam menciptakan situasi yang kondusif
bagi terlaksananya tanya jawab yang mendidik.
b.  Tujuan
    Adapun tujuan metode tanya jawab adalah :
1)  Untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.
2)  Mendorong  siswa  berani mengajukan  pertanyaan  kepada  guru    tentang
masalah yang belum dipahami
3)  Menimbulkan kompetisi belajar yang sehat, dimana siswa yang aktif dan
dapat menjawab pertanyaan guru atau siswa lain dengan baik akan lebih
percaya  diri  dan  akan  terus  berusaha  untuk  lebih  baik  lagi,  dan  siswa
yang belum aktif atau tidak dapat menjawab pertanyaan guru atau siswa
lainnya dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi dalam kesempatan lain.
4)  Melatih siswa untuk berpikir dan berbicara secara sistematis dan sistemik
berdasarkan pemikiran yang orisinal.
5)  Dengan metode  tanya  jawab  siswa diarahkan agar mengerti, memahami
dan berinteraksi  secara  aktif dalam pembelajaran  sehingga  tujuan dapat
dicapai dengan baik.
c.  Alasan Menggunakan Metode Tanya Jawab
Mengapa guru menggunakan metode tanya jawab dalam pembelajaran ?
Alasan guru menggunakan metode tanya jawab adalah untuk :
1)  Menimbulkan rasa  ingin  tahu siswa  terhadap permasalahan yang sedang
dibicarakan  sehingga  timbul  partisipasi  aktif  dan  aktifitas mental  yang
tinggi pada siswa.
2)  Menimbulkan pola fikir reflektif, sistematis, kreatif`dan kritis.
3)  Mewujudkan cara belajar siswa aktif.
4)  Melatih  dan  memberanikan  siswa  untuk  belajar  mengekspresikan
kemampuan lisan.
5)  Memberi  kesempatan  siswa  menggunakan  pengetahuan  yang  telah
dimilikinya.
d.  Kekuatan dan Keterbatasan Metode Tanya Jawab
1)  Kekuatan Metode tanya jawab
Keunggulan Metode tanya jawab meliputi sebagai berikut
a)  Dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa terhadap pelajaran.
b)  Mengetahui kedudukan atau kualitas siswa dalam belajar di kelas.
c)  Dapat merangsang siswa menggunakan daya pikir dan nalarnya.
d)  Menimbulkan keberanian dalam mengemukakan jawaban. 2)  Keterbatasan Metode tanya jawab
Keterbatasan metode tanya jawab adalah :
a)  Pada kelas  yang  jumlah  siswanya besar pertanyaan dapat disebarkan
ke  seluruh  siswa  sehingga  siswa  tidak  memiliki  kesempatan  yang
sama untuk menjawab atau pun bertanya.
b)  Siswa  yang  tidak  aktif  tidak  memperhatikan,  bahkan  tidak  terlibat
secara mental.
c)  Sering  guru  tidak  memiliki  keterampilan  bertanya  yang  memadai
sehingga tujuan pelajaran tidak tercapai.
d)  Menimbulkan  rasa  rendah  diri  pada  siswa  yang  tidak  memiliki
keberanian menjawab atau bertanya.
e)  Dapat  membuang-buang  waktu  bila  siswa  tidak  responsif  terhadap
pertanyaan.
e.  Cara Mengatasi Kelemahan Metode Tanya Jawab
Bagaimana  cara mengatasi  kelemahan metode  tanya  jawab?  Beberapa  tips
untuk mengatasi kelemahan metode tanya jawab :
1)  Jumlah siswa dalam satu kelas tidak boleh lebih dari 40 orang siswa, agar
pertanyaan guru dapat dijawab oleh sebagian besar siswa.
2)  Siswa  yang  tidak  aktif  harus  diminta  mengulangi  jawaban  siswa  yang
benar,  jika  dia  dapat mengulangi  jawaban  temannya  tadi  dengan  benar,
maka dia harus diberi penguatan positif agar ia tertarik dan ikut aktif.
3)  Guru harus terampil dalam mengemukakan pertanyaan.
4)  Pertanyaan-pertanyaan  harus  disusun  mulai  dari  yang  mudah  sampai
dengan  yang  sukar  agar  siswa  yang  kurang  pintar  dapat  pula menjawab
pertanyaan.
f.  Langkah-langkah  Pelaksanaan Metode Tanya Jawab
Bagaimana  cara  melaksanakan  metode  tanya  jawab  dengan  baik?  Metode
tanya jawab ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah pelaksanaan sebagai
berikut :
1)  Kegiatan Persiapan
a)  Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah pembelajaran
berakhir
b)  Siapkan  materi  pembelajaran  sesuai  dengan  tujuan  yang  telah
dirumuskan. c)  Siapkan  pertanyaan-pertanyaan  yang  akan  digunakan  sesuai  dengan
ranah  kognitif,  afektif,  atau  psikomotorik  (tergantung  materi  dan
tujuan pelajaran).
2)  Kegiatan Pelaksanaan
a)  Kegiatan Pembukaan
Seperti halnya metode ceramah, sebelum kegiatan inti pelajaran, guru
melaksanakan kegiatan membuka pelajaran yang meliputi :
  Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memotivasi siswa yaitu
pertanyaan-pertanyaan  yang  ada  kaitannya  dengan  materi  yang
akan diajar.
  Mengajukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
b)  Kegiatan Inti Pelajaran
Kegiatan  ini  dilakukan  melalui  metode  tanya  jawab  dengan
memperhatikan hal-hal berikut:
  Ajukan  pertanyaan-pertanyaan mengenai materi  pelajaran  seperti
yang telah dipersiapkan sebelumnya.
  Gunakan  keterampilan-keterampilan  bertanya  dasar  dan  lanjut
seperti  memberi  acuan,  pemusatan,  menggilir,  menyebarkan,
memberi  waktu  berpikir,  memberi  tuntunan,  mengajukan
pertanyaan melacak dan sebagainya.
  Jangan lupa memberi penguatan yang dapat menjawab pertanyaan
guru  dan menghindari  pemberian    penguatan  negatif  bagi  siswa
yang  tidak  dapat  menjawab  pertanyaan  atau  yang  jawabannya
salah.
  Beri  tuntunan  bagi  siswa  yang  tidak  bisa menjawab  pertanyaan
guru  atau  bagi  siswa  yang  jawabannya  salah.  Jika  siswa  tidak
dapat menjawab pertanyaan alihkan ke beberapa siswa lain sampai
diperoleh  jawaban  yang  benar.  Siswa  yang  menjawab  salah
diminta  mengulangi  jawaban  yang  benar  dan  diberi  penguatan
yang benar. Jika  tidak ada satupun siswa yang menjawab dengan
benar, maka guru harus menjawab dan memberi penjelasan.
  Jika ada siswa yang bertanya lemparkan pertanyaan itu pada siswa
lain untuk menjawabnya, jangan terburu-terburu guru sendiri yang
menjawab pertanyaan itu.
  Pertanyaan  guru  yang  sahih  (analisis,  sintesis  dan  evaluasi)  beri
kesempatan  siswa  mendiskusikan  dengan  teman  sebangkunya
untuk memperoleh jawaban yang benar.   Setiap  pokok  bahasan  yang  selesai  dipertanyakan  guru meminta
siswa untuk membuat kesimpulannya
c)  Kegiatan Mengakhiri Tanya Jawab
Apa  yang  harus  dilakukan  guru  dalam  mengakhiri  pembelajaran
dengan metode  tanya  jawab  ini? Adapun  yang  harus dilakukan  guru
adalah:
  Meminta  siswa  merangkum  isi  pelajaran  yang  dilaksanakan
melalui  tanya  jawab  itu.  Guru  membimbing  siswa  membuat
rangkuman  itu  melalui  tuntunan  atau  pertanyaan-pertanyaan
pelacak untuk memperoleh rangkuman yang diinginkan.
  Guru  melakukan  evaluasi  dengan  mengajukan  pertanyaan-
pertanyaan  untuk mengetahui  tingkat  penguasaan  siswa  terhadap
materi yang diajarkan.
  Guru memberi tugas untuk mempelajari materi pelajaran di rumah
untuk makin menguasai materi tersebut. 3.  Metode Demonstrasi
a.  Pengertian
Sanjaya  (2006),  dan  Sumantri  dan  Permana  (1998/1999)  mengemukakan
bahwa  demonstrasi  adalah  cara  penyajian  pelajaran  dengan memperagakan
dan mempertunjukkan  pada  siswa  tentang  suatu  proses,  situasi  atau  benda
tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam
bentuk  tiruan yang dipertunjukkan oleh   guru atau  sumber belajar  lain yang
ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan.
Metode  Demonstrasi  biasanya  berkenaan  dengan  tindakan-tindakan  atau
prosedur  yang  dilakukan  misalnya  :  proses    mengerjakan  sesuatu,  proses
menggunakan  sesuatu,  membandingkan  suatu  cara  dengan  cara  lain,  atau
untuk mengetahui/melihat kebenaran sesuatu.  b.  Tujuan
Apa    tujuan  digunakannya  metode  demonstrasi  ?  Metode  demonstrasi
digunakan dengan tujuan :
1)  Mengajarkan suatu proses atau prosedur yang harus dikuasai oleh siswa.
2)  Mengkongkritkan informasi atau penjelasan kepada siswa.
3)  Mengembangkan  kemampuan  pengamatan  kepada  para  siswa  secara
bersama-sama.
c.  Alasan Penggunaan Metode Demonstrasi
Kapan guru menggunakan metode demonstrasi ? Guru menggunakan metode
demonstrasi apabila :
1)  Tidak semua topik dapat dijelaskan secara gamblang dan konkrit melalui
penjelasan atau diskusi.
2)  Karena  tujuan  dan  sifat  materi  pelajaran  yang  menuntut  dilakukan
peragaan berupa demonstrasi.
3)  Tipe belajar siswa yang berbeda-beda, ada yang kuat visual, tetapi lemah
dalam auditif dan motorik, ataupun sebaliknya.
4)  Memudahkan mengajarkan suatu proses atau cara kerja.
5)  Sesuai  dengan  langkah  perkembangan  kognitif  siswa  yang masih  dalam
fase operasional konkrit.  
d.   Kekuatan dan Keterbatasan Metode Demonstrasi
1)  Kekuatan Metode Demonstrasi
Apa Kelebihan Metode Demonstrasi dibanding dengan metode yang lain?
Kelebihan  metode  demonstrasi  dibanding  dengan  metode  yang  lain
adalah:
a)  Pelajaran menjadi  lebih  jelas dan  lebih konkrit sehingga  tidak  terjadi
verbalisme.
b)  Siswa  akan  lebih  mudah  memahami  materi  pelajaran  yang
didemontrasikan itu.
c)  Proses  pembelajaran  akan  sangat  menarik,  sebab  siswa  tak  hanya
mendengar tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
d)  Siswa  akan  lebih  aktif  mengamati  dan  tertarik  untuk  mencobanya
sendiri.
e)  Menyajikan materi yang tidak bisa disajikan oleh metode lain.
2)  Kelemahan Metode Demonstrasi
Apa  Kelemahan  Metode  Demonstrasi  ?  Beberapa  kelemahan  metode
demonstrasi antara lain:  a)  Tidak semua guru dapat melakukan demonstrasi dengan baik.
b)  Terbatasnya  sumber  belajar,  alat  pelajaran,  media  pembelajaran,
situasi yang sering tidak mudah  diatur dan terbatasnya waktu.
c)  Demonstrasi memerlukan waktu yang lebih banyak dibanding dengan
metode ceramah dan tanya jawab.
d)  Metode  demonstrasi  memerlukan  persiapan  dan  perancangan  yang
matang.
e.  Cara Mengatasi Keterbatasan Metode Demonstrasi
Upaya-upaya  apa  yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelemahan metode
demonstrasi? Kelemahan metode demonstrasi dapat diatasi melalui berbagai
cara berikut:
1)  Guru harus terampil melakukan demonstrasi.
2)  Melengkapi sumber, alat dan media pembelajaran yang diperlukan untuk
demonstrasi.
3)  Mengatur waktu sebaik mungkin.
4)  Membuat rancangan dan persiapan demonstrasi sebaik mungkin.    
f.  Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Demonstrasi
Apa  saja  langkah-langkah  pelaksanaan  metode  demonstrasi?  Langkah-
langkah pelaksanaan metode demonstrasi meliputi hal-hal berikut :
1)  Kegiatan Persiapan
  Merumuskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh siswa
  Menyusun materi  yang  akan  diajarkan  untuk mencapai  tujuan  yang
telah dirumuskan.
  Menyiapkan  garis  besar  langkah-langkah    demonstrasi  yang  akan
dilakukan  untuk  mempermudah  penguasaan  materi  yang  telah
disiapkan.
  Melakukan  latihan  pendemonstrasian    termasuk  cara  penggunaan
peralatan yang diperlukan.
2)  Kegiatan Pelaksanaan Metode Demonstrasi
a)  Kegiatan Pembukaan
Sebelum kegiatan demonstrasi, ada beberapa hal yang harus dilakukan
dalam pembukaan pelajaran :
  Aturlah  tempat  duduk  yang  memungkinkan  setiap  siswa  dapat
memperhatikan apa yang didemonstrasikan guru.
  Tanyakan pelajaran sebelumnya.   Timbulkan motivasi  siswa  dengan mengemukakan  anekdot  atau
kasus  di masyarakat  yang  ada  kaitannya  dengan  pelajaran  yang
akan dibahas.
  Kemukakan  tujuan  apa  yang  harus  dicapai  oleh  siswa  dan  juga
tugas-tugas  apa  yang  harus  dilakukan  disamping  dalam
demonstrasi nanti.
b)  Kegiatan Inti Pembelajaran
  Mulailah melakukan  demonstrasi  sesuai  yang  telah  direncanakan
dan dipersiapkan oleh guru.
  Pusatkan  perhatian  siswa  kepada  hal-hal  penting  yang  harus
dikuasai  dari  demonstrasi  yang  dilakukan  oleh  guru  sehingga
semua  siswa  mengikuti  jalannya  demonstrasi  dengan  sebaik-
baiknya.
  Ciptakan  suasana  kondusif  dan  hindari  suasana  yang
menegangkan.
  Berikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan kritis mengikuti
proses  demonstrasi  termasuk memberi  kesempatan  bertanya  dan
komentar-komentar.
c)  Kegiatan Mengakhiri Pembelajaran
  Jika  demonstrasi  telah  selesai,  yang  dilakukan    guru  selanjutnya
adalah:
  Meminta  siswa  merangkum  atau  menyimpulkan  pokok-pokok
atau langkah-langkah kegiatan demonstrasi.
  Memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai hal-hal
yang belum dipahami.
  Melakukan  evaluasi,  baik  evaluasi  hasil  belajar maupun  evaluasi
bersama tentang jalannya proses demonstrasi.
  Tindak  lanjut  baik  berupa  tugas-tugas  berikutnya maupun  tugas-
tugas untuk mendalami materi yang baru diajarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar